BAB III UKURAN PEMUSATAN
Salah
satu aspek yang paling penting untuk menggambarkan distribusi data adalah nilai
pusat data pengamatan (tendensi
sentral). Setiap pengukuran aritmatika yang ditujukan untuk
menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari
suatu gugus data (himpunan pengamatan) dikenal sebagai ukuran tendensi sentral.
Terdapat
tiga ukuran tendensi sentral yang sering digunakan, yaitu:
- Mean (Rata-rata hitung/rata-rata aritmetika)
- Median (Nilai tengah)
- Modus (Nilai yang sering muncul)
1. Mean (Rata-Rata)
Pengertian Mean adalah teknik penjelasan kelompok
yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-Rata (mean)
ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu,
kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut.
Contoh Mean :
Seluruh
pegawai di PT Samudra penghasilan sebulannya dalam satuan ribu rupiah adalah
sebagai berikut :
90, 120, 160, 60, 180, 190, 90, 180, 70, 160
Untuk
mencari mean atau rata-rata data tersebut tidak perlu di urutkan nilainya
seperti dalam mencari median, tetapi dapat langsung dijumlahkan, kemudian
dibagi dengan jumlah individu dalam kelompok tersebut. Berdasarkan data diatas,
maka mean dapat dihitung :
Me
: (90 + 120 + 160 + 180 + 190 + 90 +
180 + 70 + 160) : 10 = 130 ribu
rupiah.
2. Median (Nilai Tengah)
Pengertian median adalah salah satu teknik penjelasan
kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah
disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya dari
yang terbesar sampai yang terkecil.
Contoh Median :
Hasil
observasi umur pegawai di kantor X adalah :
20, 45, 60, 56, 45, 45, 20, 19, 57, 45, 45, 51, 35
Untuk
dapat mencari mediannya maka data umur diatas harus disusun terlebih dahulu
urutannya. Setelah disusun, menjadi sebagai berikut :
19, 20, 20, 35, 45, 45, 45, 45, 45, 51, 56, 57, 60
Nilai
tengah data diatas berada pada urutan ke 7 yaitu 45. Jadi mediannya adalah 45.
Contoh Median lainnya :
Tinggi
badan 10 mahasiswa adalah :
145, 147, 167, 166, 160, 164, 165, 170, 171, 180
Data
diatas diurutkan (dari terkecil sampai terbesar atau sebaliknya) menjadi :
180, 171, 170, 167, 166, 165, 164, 160, 147, 145
Jumlah
individu dalam kelompok tersebut adalah genap, maka nilai tengahnya adalah dua
angka yang ditengah dibagi dua, atau rata-rata dari dua angka yang tengah.
Nilai tengah dari kelompok tersebut adalah, nilai ke 5 dan ke 6. Mediannya = 166 + 165 : 2 = 165,5. Dengan demikian
dapat dijelaskan rata-rata median tinggi badan kelompok mahasiswa itu adalah
165, 5 cm.
3. Modus (Nilai Yang Sering Muncul)
Pengertian modus adalah teknik penjelasan kelompok
yang didasarkan atas nilai yang sedang populer (yang sedang menjadi mode) atau
nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut.
Tahun
1970 di Yogyakarta, banyak mahasiswa yang naik sepeda. Sehingga dapat
menjelaskan dengan modus, bahwa kelompok mahasiswa di Yogyakarta masih banyak
yang naik sepeda.
Contoh Modus Pada Data Kuantitatif :
Umur
pegawai kantor Y adalah :
20, 45, 60, 56, 45, 45, 20, 19, 57, 45, 45, 51, 35
Dari
data diatas, dapat dilihat bahwa yang paling banyak muncul adalah umur 45.
Munculnya sebanyak 5 kali, jadi dapat dijelaskan bahwa kelompok pegawai kantor
Y sebagian besar berumur 45 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar