BAB 8 ANALISIS VARIANS
Uji hipotesis dengan Analisis Ragam / Analysis of variance (Anova)
Analisis varians (analysis of variance, ANOVA) adalah
suatu metode analisis statistika yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi.
Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal
dengan berbagai nama lain, seperti analisis
ragam, sidik ragam, dan analisis
variansi. Ia merupakan pengembangan dari masalah Behrens-Fisher,
sehingga uji-F juga dipakai dalam pengambilan keputusan.
Analisis varians pertama kali diperkenalkan
oleh Sir Ronald Fisher, bapak statistika modern. Dalam praktik, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering
dipakai) maupun pendugaan (estimation, khususnya di bidang genetika terapan).
Pada materi sebelumnya, apabila peneliti
ingin menguji perbedaan dari rata-rata satu kelompok atau rata-rata dua
kelompok uji z dan uji t.
-) Bagaimana jika kelompoknya tiga
atau lebih apakah uji tersebut masih bisa digunakan? untuk uji perbedaan rata-rata tiga kelompok atau lebih uji f
yaitu dengan menggunakan Anova (analysis of variance).
-)Kenapa namanya Analysis of variance kenapa bukan analysis of means kan yang mau diuji means atau rata-ratanya? analisis ragam yaitu apabila kita ingin menguji apakah ada perbedaan rata-rata tiga kelompok atau lebih dengan membandingkan varians. dengan membandingkan varians itu kita bisa mengetahui apakah terdapat perbedaan atau tidak. perbandingan antar varians ini merupakan uji f tadi. untuk lebih jelasnya nanti akan dibahas.
-)Kenapa namanya Analysis of variance kenapa bukan analysis of means kan yang mau diuji means atau rata-ratanya? analisis ragam yaitu apabila kita ingin menguji apakah ada perbedaan rata-rata tiga kelompok atau lebih dengan membandingkan varians. dengan membandingkan varians itu kita bisa mengetahui apakah terdapat perbedaan atau tidak. perbandingan antar varians ini merupakan uji f tadi. untuk lebih jelasnya nanti akan dibahas.
Hipotesis dalam Anova (analysis of variance):
Dalam analysis of variance hanya
satu hipotesis yang digunakan yaitu hipotesis dua arah (two tail).
artinya hipotesis ini yaitu apakah ada perbedaan rata-rata.
Berikut hipotesis dalam Anova:
H0: μ1 = μ2 = μ3 = ... = μn, Tidak ada
perbedaan yang nyata antara rata-rata hitung dari n kelompok
H1: μ1 ≠ μ2 ≠ μ3 ≠ ... ≠ μn, Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata hitung dari n kelompok.
H1: μ1 ≠ μ2 ≠ μ3 ≠ ... ≠ μn, Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata hitung dari n kelompok.
Alasan
penggunaan ANOVA
Uji hipotesis dengan ANOVA digunakan,
setidaknya karena beberapa alasan berikut:
1.
Memudahkan analisa atas
beberapa kelompok sampel yang berbeda dengan resiko kesalahan terkecil.
- Mengetahui signifikansi perbedaan rata-rata (μ) antara kelompok sampel yang satu dengan yang lain.
3.
Analisis varians relatif mudah
dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk berbagai bentuk Apercobaan yang lebih
rumit.
Asumsi-asumsi
yang harus dipenuhi dalam analisis varians (anova):
- Data berdistribusi normal, karena pengujiannya menggunakan uji F-Snedecor
- Varians atau ragamnya homogen, dikenal sebagai homoskedastisitas, karena hanya digunakan satu penduga (estimate) untuk varians dalam contoh
- Masing-masing contoh saling bebas, yang harus dapat diatur dengan perancangan percobaan yang tepat
- Komponen-komponen dalam modelnya bersifat aditif (saling menjumlah).
Jenis-jenis dari Analisis of Variance (Anova).
Pemilihan tipe
ANOVA tergantung dari rancangan
percobaan (experiment design) yang kita pilih.
Maksud dari
kasus ini yaitu untuk menguji perbedaan rata-rata lebih dari dua sampel dimana
dalam melakukan analisis hanya bisa satu arah. Maksud satu arah ini hanya bisa
menguji antar kelompok yang satu. Untuk lebih jelasya saya kasih contoh kasus.
Contoh kasus Anova satu arah:
|
Sampel
|
Penurunan Berat Badan (Kg)
|
|||
|
Metode 1
|
Metode 2
|
Metode 3
|
Metode 4
|
|
|
Sampel 1
|
4
|
8
|
7
|
6
|
|
Sampel 2
|
6
|
12
|
3
|
5
|
|
Sampel 3
|
4
|
-
|
-
|
5
|
Terdapat 4 metode diet dan 3 golongan usia peserta program diet Berikut data rata-rata penurunan berat peserta keempat metode dalam tiga kelompok umur.
Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa ada empat metode (kolom). Dari empat metode itu dilakukan oleh beberapa orang tapi tiap metode dilakukan oleh orang yang berbeda. pada tabel diatas terlihat data diperoleh dari sampel yang berbeda perlakuan antar kelompok karena itu kita hanya bisa membandingkan antar metode tapi tidak bisa membandingkan antar orang karena setiap tidak melakukan metode yang sama. oleh karena itu dikatakan satu arah saja yaitu metode.
2. Anova dua arah tanpa interaksi anova two way without interaction
Jenis anova yang kedua yaitu anova dua arah tanpa interaksi. Artinya bahwa bisa dilakukan interaksi antara kelompok dan perlakuan. maksdunya bisa membandingkan antar kelompok atau antar perlakuan. berikut contoh kasus.
Contoh kasus Anova dua arah tanpa interaksi:
|
Umur
|
Penurunan Berat Badan (Kg)
|
|||
|
Metode 1
|
Metode 2
|
Metode 3
|
Metode 4
|
|
|
< 20 tahun
|
5
|
6
|
2
|
3
|
|
20-40
|
2
|
7
|
5
|
3
|
|
> 40 tahun
|
7
|
3
|
4
|
3
|
Terdapat 4 metode diet dan 3 golongan usia peserta program diet Berikut data rata-rata penurunan berat peserta keempat metode dalam tiga kelompok umur.
Berdasarkan gambat tersebut terlihat bahwa setiap metode memiliki perlakuan yang sama sehingga bisa dikatakan ada hubungan dua arah. tapi tidak ada interaksi.
3. Anova dua arah dengan interaksi anova two way with interaction
Sebelum ini dijelaskan anova dua arah tanpa interaksi. dikatakan anova dengan interaksi ketika setiap kolom [perlakuan] dan blok [baris] diulang. Langsung ke contoh:
Contoh kasus Anova dua arah dengan interaksi:
|
Umur
|
Penurunan Berat Badan (Kg)
|
|||
|
Metode 1
|
Metode 2
|
Metode 3
|
Metode 4
|
|
|
< 20 tahun
#1 #2 #3 |
5
4 5 |
0
2 1 |
3
4 8 |
4
2 2 |
|
20-40 tahun
#1 #2 #3 |
5
6 2 |
4
2 1 |
2
2 4 |
5
3 2 |
|
> 40 tahun
#1 #2 #3 |
4
4 5 |
5
5 0 |
2
1 2 |
6
4 4 |
Terdapat 4 metode diet, 3 kelompok umur dan 3 ulangan. Berikut adalah data ata-rata penurunan berat badan setelah 1 bulan melakukan diet. Ujilah apakah penurunan berat badan sama untuk setiap metode diet, kelompok umur dan interaksi dengan taraf uji 5 %?
=)Langkah-langkah melakukan uji hipotesis dengan ANOVA
1. Kumpulkan sampel dan kelompokkan berdasarkan kategori tertentu.
Untuk memudahkan pengelompokkan dan
perhitungan, buat tabel data sesuai dengan kategori berisi sampel dan kuadrat
dari sampel tersebut. Hitung pula total dari sampel dan kuadrat sampel tiap
kelompok. Selain itu, tentukan pula hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif
(H1).
2. Menentukan tipe anova
apakah masuk tipe satu arah, tipe dua arah
tanpa interaksi atau tipe dua arah dengan interaksi. karena akan berpengaruh
pada perhitungan. Menentukan tipe seperti pada penejalasan diatas.
3. Menghitung variabilitas dari seluruh sampel.
Pengukuran total variabilitas atas data dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian:
o Total of sum squares (SSt) – jumlah kuadrat total (jkt).
Merupakan jumlah kuadrat selisih antara
skor individual dengan rata-rata totalnya.
o Sum Square Between(SSb) – jumlah kuadrat kolom (jkk).
Variansi rata-rata kelompok sampel
terhadap rata-rata keseluruhannya. Variansi di sini lebih terpengaruh karena
adanya perbedaan perlakuan antar kelompok.
o Sum Square within(SSw) – jumlah kuadrat galat (jkg).
Variansi yang ada dalam masing-masing
kelompok. Banyaknya variansi akan tergantung pada banyaknya kelompok, dan
variansi di sini tidak terpengaruh / tergantung oleh perbedaan perlakuan antar
kelompok.
4. Menghitung derajat kebebasan (degree of freedom).
Derajat kebebasan atau degree of freedom (dilambangkan dengan v, dof, atau df) dalam ANOVA akan sebanyak variabilitas. Oleh karena itu, ada tiga macam derajat kebebasan yang akan kita hitung:
o Derajat kebebasan untuk JKT
merupakan derajat kebebasan dari Jumlah
kuadrat total (JKT) ini akan kita lambangkan dengan dof JKT
o Derajat kebebasan untuk JKK
merupakan derajat kebebasan dari Jumlah
kuadrat kolom (JKK) ini akan kita lambangkan dengan dof JKK
o Derajat kebebasan untuk JKG
Merupakan derajat kebebasan dari Jumlah
kuadrat galat (JKG) ini akan kita lambangkan dengan dof JKG
Derajat kebebasan juga memiliki sifat hubungan yang sama dengan sifat hubungan variabel, yakni:
Derajat kebebasan juga memiliki sifat hubungan yang sama dengan sifat hubungan variabel, yakni:
dof JKT = dof JKK + dof JKG
5. Menghitung variance antar kelompok dan variance dalam kelompok.
Variance dalam ANOVA, baik untuk antar
kelompok maupun dalam kelompok sering disebut dengan kuadrat tengah atau
deviasi rata-rata kuadrat (mean squared deviation) dan dilambangkan dengan MS
atau KT. Dengan demikian, maka mean squared deviation masing-masing
dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:
- KTK = JKK/dof jkk
- KTG = JKG/dof jkg
6. Menghitung F hitung
Menghitung nilai distribusi F (Fhitung) berdasarkan perbandingan variance antar kelompok dan variance dalam kelompok.Fhitung didapatkan dengan rumus di bawah ini:
Fhitung = KTK/KTG
7. Menghitung F tabel
Selain itu, F berdasarkan tabel (Ftabel)
juga dihitung, berdasarkan nilai derajat kebebasan (langkah ke-4) menggunakan
tabel distribusi-F. Jangan lupa untuk mencantumkan gambar posisi Fhitung dan
Ftabel dalam grafik distribusi-F.
8. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel :
- Jika Fhitung > Ftabel : tolak H0
- Jika Fhitung ≤ Ftabel : terima H0
9. Buat kesimpulan,
sesuai dengan kasus awal yang ditanyakan.
Simpulkan, apakah perlakuan (treatment) memiliki efek yang signifikan pada
sampel data atau tidak. Jika hasil tidak signifikan, berarti seluruh rata-rata
sampel adalah sama. Jika perlakuan menghasilkan efek yang signifikan,
setidaknya satu dari rata-rata sampel berbeda dari rata-rata sampel yang lain.
=)Contoh penghitungan Analysis of variance (Anova) dengan tabel.
|
Sumber Keragaman (SK)
|
Jumlah Kuadrat (JK)
|
Derajat Bebas (db)
|
Kuadrat Tengah (KT)
|
F hitung
|
|
Kolom (K)
|
JKK
|
db JKK
|
KTK =
JKK / db JKK |
F hitung =
KTK / KTG |
|
Galat (G)
|
JKG
|
db JKG
|
KTG =
JKG / db JKG |
|
|
Total (T)
|
JKT
|
db JKT
|
Sekian sedikit penjelasan umum mengenai gambaran umum mengenai analysis of variance (anova) disini tidak dijelaskan lebih jauh mengenai rumus dari jumlah kuadrat dan derajat bebas karena akan sangat panjang penjelasan ini. makanya nanti akan dibahas masing-masing dengan contoh secara manual tanpa software dan mudah-mudahan juga bisa membuat contoh kasus dengan software.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar